Langsung ke konten

Siswa SMA Negeri 4 Pekalongan Olah Sisa Makanan MBG Menjadi Pupuk Organik Cair

Edukasi Kota Pekalongan

Siswa SMA Negeri 4 Pekalongan Olah Sisa Makanan MBG Menjadi Pupuk Organik Cair

Redaksi Nusa Bangsa

Sedang dibaca 0 orang

Siswa SMA Negeri 4 Pekalongan Olah Sisa Makanan MBG Menjadi Pupuk Organik Cair

Siswa SMA Negeri 4 Kota Pekalongan mengolah sisa makanan program MBG menjadi pupuk organik cair untuk mengurangi sampah dan mendukung penghijauan sekolah.

PEKALONGAN — Siswa SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berinovasi mengolah sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pupuk organik cair (POC). Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya mengurangi timbulan sampah organik sekaligus meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan perubahan iklim.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Rencana Aksi Siswa Sekolah Iklim. Melalui program ini, sisa makanan yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kini dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk yang dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman di lingkungan sekolah.

Bahan organik yang dikumpulkan meliputi sisa nasi, sayuran, dan buah-buahan dari sejumlah kelas. Sampah tersebut terlebih dahulu dipilah sebelum diolah menjadi pupuk organik cair. Hasil pengolahan nantinya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman sayuran yang dibudidayakan siswa serta pepohonan di area sekolah.

Siswa kelas XI SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Viny Naila Mazaya, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi siswa agar lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.

Menurut Viny, pemanfaatan sisa makanan MBG memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahwa sampah organik masih memiliki nilai guna apabila dikelola dengan tepat.

“Dengan begini, bisa mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari,” ujar Viny kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Pengumpulan Sampah Organik Dilakukan Setiap Hari

Dalam pelaksanaannya, pengumpulan sisa makanan dilakukan setiap hari dengan menyediakan wadah penampungan di sejumlah kelas, khususnya kelas XI. Sampah organik yang terkumpul kemudian dipersiapkan sebagai bahan pembuatan pupuk.

Sementara itu, proses pengolahan pupuk organik cair direncanakan berlangsung secara berkala, yakni sekitar satu kali dalam sepekan. Pola tersebut diharapkan dapat membantu sekolah mengelola sampah organik secara lebih teratur sekaligus menjadikan kegiatan pengolahan sampah sebagai bagian dari pembelajaran siswa.

Viny berharap, pupuk organik cair yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah. Dengan demikian, sisa makanan yang sebelumnya dibuang dapat memberikan manfaat baru dan mendukung penghijauan.

Pengembangan Praktik Pengolahan Pupuk di Sekolah

Guru Pendidikan Kewirausahaan SMA Negeri 4 Kota Pekalongan, Dhony Hermawan, mengatakan bahwa pemanfaatan sisa makanan MBG merupakan pengembangan dari praktik pembuatan pupuk organik yang sebelumnya telah dilakukan di sekolah.

Sebelumnya, sekolah telah mencoba membuat pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan dari luar lingkungan sekolah, salah satunya kulit bawang merah. Melalui inovasi terbaru ini, bahan baku pupuk mulai diarahkan untuk memanfaatkan sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas sekolah sendiri.

“Karena bahan yang digunakan diharapkan berasal dari lingkungan sekolah, kami memanfaatkan sampah sisa MBG,” kata Dhony.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. Selain mengurangi sampah organik, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pemanfaatan kembali bahan sisa yang masih berpotensi digunakan.

Melalui program Rencana Aksi Siswa Sekolah Iklim, SMA Negeri 4 Kota Pekalongan mendorong keterlibatan siswa dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui tindakan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemanfaatan sisa makanan MBG menjadi pupuk organik cair diharapkan dapat menjadi contoh praktik pengelolaan sampah organik di sekolah. Dengan pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang dilakukan secara berkala, sampah makanan tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik untuk mendukung penghijauan lingkungan sekolah.

WhatsApp X
  • pekalongan
  • MBG
  • SMA
Memuat komentar…

Berita terkait